Tuesday, May 30, 2006

Mengenal Jaringan Remote Access

Seiring dengan kebutuhan akses jaringan komputer untuk memperoleh data secara cepat, banyak perusahaan membutuhkan jaringan remote access. Dengan jaringan remote access, sebuah perusahaan dapat memungkinkan karyawannya bekerja dari rumah. Jaringan remote access juga digunakan oleh perusahaan besar yang memiliki beberapa kantor yang tersebar luas.

Secara geografis, perancangan jaringan remote access terbagi dalam tiga bagian. Ketiga bagian itu adalah central site, remote site dan telecommuter.

Central Site
Central site merupakan kantor pusat. Biasanya di sinilah perusahaan menyimpan data dan beberapa server (seperti mail server, Web server, database server, dan lain-lain). Karena merupakan bagian terpenting dari jaringan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mendesain central site, yaitu:
- Fleksibilitas. Desain jaringan pada central site harus dapat mendukung semua teknologi koneksi yang digunakan oleh remote site maupun telecommuter.
- Biaya. Bagi seorang network engineer, biaya merupakan salah satu pertimbangan dalam mendesain. Pertimbangan ini tidak boleh mengabaikan kinerja jaringan yang dirancangnya.
- Akses. Akses merupakan isu penting karena berhubungan dengan keamanan data perusahaan. Ada beberapa teknik yang digunakan untuk mengatasi masalah ini. Access list digunakan untuk membatasi trafik yang tidak diinginkan. Otentikasi digunakan untuk menghalangi penyusupan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak berhak. PAP (Password Authentication Protocol) dan CHAP (Challenge Handshake Authentication Protocol) merupakan mekanisme otentikasi yang digunakan oleh PPP (Point-to-Point Protocol).
- QoS (Quality of Service). Salah satu cara untuk menekan biaya adalah dengan QoS (Quality of Service). Fungsi ini digunakan untuk mengatur urutan prioritas tipe trafik pada jaringan. QoS (Quality of Service) juga digunakan untuk VoIP (Voice over Internet Protocol) untuk memberi prioritas utama kepada suara (voice) dibanding data.
- Redundancy dan Backup. Untuk mencegah tidak berfungsinya jaringan karena kerusakan yang terjadi pada perangkat jaringan, diperlukan cadangan ketika mendesain. Seorang network engineer harus selalu menyediakan cadangan berupa kabel atau port ketika mendesain jaringan.
- Scalability. Sebuah perusahaan tentu akan terus berkembang. Perkembangan perusahaan akan mempengaruhi kinerja jaringan. Jaringan yang dirancang harus dapat mengikuti perkembangan tersebut tanpa memerlukan banyak perubahan.
- Availability. Jaringan harus bisa diakses setiap saat.

Monday, May 29, 2006

Kenali “Lubang Tikus” Jaringan Wireless Part 2

  • Jaringan Wireless Ad-Hoc

Jaringan wireless yang menggunakan standar 802.11, memiliki fitur yang memungkinkan para klien di dalamnya dapat saling berkomunikasi satu sama lain dengan metode peer-to-peer langsung melalui perangkat wireless mereka. Fitur yang satu ini sering disebut dengan istilah Ad-Hoc.

Dalam topologi Ad-Hoc ini, masing-masing laptop, PDA, atau perangkat berkemampuan wireless lainnya dapat bertindak sebagai sebuah node yang independen dan membentuk sebuah jaringan sendiri, terlepas dari apa yang telah disediakan oleh AP di sekitarnya.

Dapat Anda bayangkan, jaringan wireless Ad-Hoc ini tentu akan dapat menimbulkan kekacauan bagi jaringan wireless yang sebenarnya. Dengan membentuk sebuah jaringan sendiri di luar dari jaringan wireless dari AP yang ada, tentu ada beberapa masalah yang akan ditimbulkannya. Pertama, jaringan Ad-Hoc ini mungkin akan menggunakan bandwidth frekuensi yang terbatas yang juga digunakan oleh jaringan wireless sesungguhnya. Jadi, antara jaringan Ad-Hoc dengan jaringan wireless sesungguhnya harus saling berbagi bandwidth frekuensi. Tentu ini cukup mengganggu kelangsungan jaringan wireless yang sesungguhnya.

Masalah lain yang dapat ditimbulkan dengan adanya jaringan Ad-Hoc ini adalah keamanan jaringan utama yang menjadi terbuka. Jaringan wireless Ad-Hoc ini dapat dijadikan gateway bagi para penyusup untuk masuk ke dalam jaringan utamanya. Hal ini disebabkan karena jaringan ini sangat sulit untuk diatur secara terpusat. Memantau propagasi sinyal radionya juga hampir mustahil. Jaringan Ad-Hoc menjadi mudah sekali untuk dimasuki dan dikacaukan karena kesulitan memonitornya ini. Terlebih lagi para hacker dapat dengan mudah masuk ke dalam jaringan utamanya dengan cara melakukan hacking terhadap perangkat yang tergabung dalam jaringan Ad-Hoc tersebut dan kemudian melakukan bridging ke jaringan utamanya. Jalan menuju jaringan utama menjadi terbuka lebar.

User Layer

  • Login yang bocor

Ketika sebuah jaringan wireless akan digunakan sebagai media untuk membawa data bisnis yang kritis, adalah sangat penting untuk membatasi hanya pengguna-pengguna yang valid saja yang dapat melakukan login ke dalamnya. Jika sembarang pengguna dapat masuk ke dalam jaringan dan mengakses sumber-sumber di dalamnya, maka data bisnis Anda tidak akan lagi aman.

Yang penting untuk diperhatikan dalam menjaga keamanan pada layer ini adalah menjaga agar para pengguna yang tidak berhak tidak masuk ke dalam jaringan wireless ini agar tidak mengganggu keamanan data dan juga performa jaringan wireless Anda. Untuk itu, proses otentikasi mutlak dilakukan dan dijaga keamanannya dengan baik agar account-account dan key-key untuk melakukan login tidak bocor ke tangan yang tidak berhak.

  • Man in the middle attack

Selain mencegah agar hanya yang berhak saja yang dapat masuk, keamanan pada layer ini juga bisa terancam dengan adanya hacker yang melakukan Man in the middle attack (MiM attack). MiM attack adalah serangan dari hacker yang secara diam-diam menempatkan diri di tengah-tengah proses komunikasi antara pengguna dengan jaringan wireless yang sesungguhnya. MiM attack ini juga mengandalkan Fake AP sebagai salah satu perantaranya.

Jadi, pertama-tama pengguna akan masuk ke dalam jebakan AP palsu yang dapat tergabung dengan jaringan utama karena memiliki SSID dan MAC address yang diotorisasi. Kemudian setelah penggunanya berhasil terkoneksi dengan AP palsu tersebut, maka proses otentikasi akan segera dilakukan. Karena sistem otentikasi bersifat rahasia dan hanya dimiliki oleh jaringan yang sesungguhnya, maka AP palsu tersebut diprogram untuk membuat semacam tunnel untuk menyambungkan langsung antara pengguna dengan jaringan wireless yang sesungguhnya. Dengan demikian, otentikasi akan berjalan dengan seperti biasanya, namun dengan bantuan perantara yang tak kasat mata.

Perantara ini tentunya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mencuri key-key dan pernak-pernik otentikasi yang didapatnya. Pernak-pernik otentikasi seperti username dan password ini dapat dengan mudah dilihatnya karena memang prosesnya benar-benar melalui perantaraan jaringan wireless sang hacker. Setelah mendapatkannya, maka sang hacker kini dapat dengan leluasa tergabung dalam jaringan tersebut di mana saja karena ia telah mendapatkan hak akses yang sebenarnya miliki orang lain. Selain pernak-pernik otentikasi, sang hacker tersebut juga dapat menyadap setiap komunikasi yang dilakukan oleh si pengguna.

Application Layer

  • Denial of Service (DoS)

DoS terbilang cukup mudah untuk dilakukan terhadap sebuah jaringan wireless. Baik secara sengaja maupun tidak sengaja, tanpa disadari atau tidak, DoS sering sekali menimpa jaringan wireless. Mulai dari yang disengaja seperti seorang hacker melakukan pengiriman paket data besar-besaran ke sebuah titik melalui jaringan wireless Anda, sampai dengan kejadian-kejadian yang tidak disengaja dan terkadan tidak terpikir sama sekali.

Misalnya, ada seorang karyawan yang membawa telepon wireless-nya yang juga menggunakan frekuensi 2,4 GHz, maka telepon ini tentu akan mengacaukan sinyal-sinyal jaringan wireless Anda yang juga bekerja di frekuensi 2,4 GHz. Sehingga jaringan tersebut mogok bekerja karena interferensi ini. Akhirnya komunikasi dengan server dan perangkat-perangkat dalam jaringan wireless menjadi terganggu juga.

Bagaimana Pencegahannya Jika Memang Tidak Bisa Dihilangkan Seluruhnya?
Dengan begitu luasnya jalan menuju ke jaringan wireless pribadi Anda ter bentang, hampir tidak mungkin untuk menutupi semuanya sampai benar-benar aman seratus persen. Tetapi, tentu Anda tidak ingin hanya diam saja melihat para pengacau mengobrak-abrik jaringan Anda bukan. Untuk itu, beberapa metode pengamanan berikut ini adalah yang paling umum digunakan untuk sedikit memperkuat pertahanan jaringan wireless Anda:

Physical Layer

Bleeding Coverage Area
Langkah pertama untuk membuat pertahanan keamanan jaringan wireless Anda adalah dengan mengatur coverage area dari AP-AP yang Anda gunakan. Anda tidak dapat mengatur panjang, lebar dan jauh jangkauannya dengan sangat presisi, namun dengan lebih mempersempit coverage area-nya menjadi ke suatu arah tertentu mungkin akan lebih aman.

Membatasi coverage area hanya menuju ke arah tertentu, di mana para penggunanya banyak beraktivitas dapat dilakukan dengan menggunakan AP yang memiliki karakteristik pancaran sektoral, atau dengan kata lain hanya memancarkan ke satu arah tertentu. Kebanyakan AP yang umum digunakan memiliki karakteristik pancaran Omni, di mana sinyal-sinyal komunikasi dipancarkan 360 derajat.

AP External Pengacau
AP-AP pengacau yang menyerang jaringan wireless Anda tentu merupakan ancaman serius. Sinyal menjadi terganggu dan kemungkinan para pengguna l pengacau menjadi besar kemungkinannya. Untuk mencegah terjadinya gangguan sinyal, satu cara yang umum adalah dengan menggunakan sistem pengaturan kanal-kanal frekuensi secara dinamik pada AP. Dengan sistem ini terjadinya interferensi dapat lebih di tekan meski tidak dapat dihindari sama sekali.

Untuk mencegah kesalahan para pengguna dalam melakukan asosiasi adalah dengan membuat SSID yang benar-benar spesifik. Misalnya, sebuah kata yang mudah diingat oleh semua orang di kantor Anda cukup tepat untuk dijadikan SSID. Selain itu, sistem otentikasi juga harus diberikan pada saat pengguna ingin bergabung dengan SSID tersebut. Jika ingin lebih aman lagi, kelompokkan pengguna-penggunanya dalam VLAN-VLAN yang lebih spesifik. Semua ini mungkin akan dapat meminimalisasi kemungkinan AP external pengacau dapat mengacak-acak jaringan wireless Anda.

Network Layer

Rogue AP dan Fake AP
Rogue AP dan Fake AP yang dapat memperpanjang jaringan wireless Anda ke mana-mana tanpa izin ini biasanya dapat dicegah dengan menggunakan bantuan sistem sertifikasi X.509 yang kebanyakan dilengkapi pada AP-AP kelas atas.

Dengan sistem sertifikasi ini, sebuah AP akan melalui proses otentikasi terlebih dulu sebelum bergabung dengan jaringan wireless. AP yang tidak memiliki otentikasi yang sama tidak akan dapat tergabung dalam wireless switch atau perangkat wireless lainnya dan akan dilaporkan sebagai Rogue AP atau Fake AP.

Jaringan Wireless Ad-Hoc
Adanya jaringan Ad-Hoc juga merupakan celah yang sangat berbahaya bagi jaringan wireless pribadi Anda. Untuk itu, melakukan monitoring terhadap jaringan wireless Anda amat penting untuk dilakukan. Terutama jika Anda memiliki sistem monitoring yang dapat melakukan pemberitahuan jika ada perangkat wireless yang terkonfigurasi dalam mode Ad-Hoc. Beberapa perangkat wireless kelas mungkin akan memberikan fasilitas ini.

User Layer

Login yang Bocor
Sistem login untuk pengguna yang ingin masuk ke dalam jaringan wireless sebenarnya merupakan pertahanan pertama yang dilakukan dalam layer user. Bisakah Anda bayangkan bagaimana jika level ini tidak diamankan. Tentu siapa saja dapat masuk dan bermain-main di dalamnya, bahkan mengacau.

Untuk memilih pengguna-pengguna yang dipercaya untuk masuk ke dalam jaringan ini, ada beberapa metode pengamanan yang biasa digunakan seperti Authentikasi Web, 802.1X dan Address filtering. Dengan salah satu atau bahkan ketiga sistem ini dipasang dalam jaringan wireless Anda, maka pengguna yang dapat masuk ke dalam jaringan Anda akan lebih terseleksi.

Man in the Middle Attack
Salah satu metode yang dapat mematahkan serangan “orang tengah” ini adalah dengan menggunakan enkripsi saat komunikasi dijalin. Baik saat membangun jalinan komunikasi maupun saat transfer data, enkripsi menjadi sebuah benteng yang cukup kokoh. Dengan adanya enkripsi pada proses otentikasi hingga proses pengiriman data, “orang tengah” ini tidak akan mudah membaca apa yang lalu lalang dalam media wireless ini. Sistem enkripsi yang banyak digunakan adalah TKIP untuk MAC layer enkripsi dan IPSec untuk IP layer enkripsi.

Application Layer

Denial of Service (DoS)
DoS pada jaringan wireless terkadang dapat disebabkan oleh ketidaktahuan para penggunanya. Seperti menempatkan microwave oven, cordless telepon, perangkat bluetooth, dan banyak lagi perangkat yang menggunakan sinyal elektormagnet pada coverage area jaringan wireless Anda.

Langkah pertama untuk menanggulangi DoS adalah dengan membuat sistem monitoring yang baik yang dapat menangkap dan mendeteksi interferensi, jamming, sampai AP-AP lain yang berada di sekitar jaringan wireless Anda. Jika memang memungkinkan, gunakan perangkat yang mampu melakukan pengaturan karakteristik frekuensi radio secara dinamis untuk dapat secara otomatis menghindari interferensi. Selain itu lengkapi pula perangkat-perangkat jaringan Anda dengan Access List dan filter jika memang memungkinkan. Dengan demikian, DoS terhadap jaringan Anda mungkin dapat diminimalisasi.

Nyaman tetapi Harus Waspada
Jaringan wireless memang sangat nyaman untuk digunakan. Semua pasti setuju dengan pendapat ini. Namun ketika mengetahui begitu banyak celah dan kelemahan di dalamnya, tentu banyak orang yang akan mengubah persetujuannya ini. Kerja keras untuk menciptakan keamanan yang baik bagi jaringan wireless Anda mutlak harus dilakukan jika memang mau aman. Tetapi kerja keras ini tentu tidak dirasakan sebagai suatu kenyamanan bagi sebagian orang. Memang pada kenyataannya, kenyamanan selalu berbanding terbalik dengan keamanan pada dunia jaringan wireless.

Tetapi jika memang jaringan wireless Anda amat berarti bagi kemudahan dan kelancaran bisnis Anda, mengapa Anda tidak tingkatkan sedikit kewaspadaan untuk menciptakan keamanan yang lebih baik. Kerja keras Anda tentu akan terbayar dengan nikmatnya berkomunikasi data tanpa kabel.

Sunday, May 28, 2006

Virus Mare.D Diabaikan

Vendor antivirus asal Finlandia F-Secure melalui salah satu situs blog mengingatkan adanya ancaman worm yang disebut dengan ‘Mare.D’. Namun F-Secure mengeluh dengan sedikitnya publikasi atas ancaman worm itu. Maklum worm Mare.D merupakan virus yang mengancam situs operasi opensource Linux.

Padahal, F-Secure mengingatkan ancaman yang ditimbulkan oleh Mare.D akan sangat besar terjadi pada pekan depan tepatnya pada akhir pebruari atau awal maret.

Menurut F-Secure, Mare.D merupakan worm yang menyerang dengan memanfaatkan lubang yang ada pada open source.

Worm Mare.D sendiri pertttama kali mulai ditemukan pada akhir 2005 silam dimana saat itu resiko yang ditimbulkanya diperkirakan tidak berarti.

Tidak banyaknya laporan atas dampak yang ditimbulkan oleh serangan worm Mare.D diperkirakan sangat erat kaitanya dengan kenyataan bahwa hanya worm atau virus yang berplatform Microsoft saja yang bisa memberikan nilai.

Richard Hales yang merupakan country manager dari F-Secure menyatakanya kepada situs silicon.

“Saya tidak tahu mengapa tidak ada seorangpun yang menindaklanjuti soal ini,’ jels Hales.

‘Pernyataan kami melalui blog merupakan sebuah hal yang biasa dimana kami tetap memberikan laporan mengenai perkembangan apapun dari sejumlah varian worm dan virus.’

“Mungkin karena ini menyerang Linux maka akan lebih sedikit menarik.’

Simon Perry yang merupakan senior VP security strategy dari `CA` mengatakan bahwa perusahaanya tidak pernah memberikan rating mengenai tinggi rendahnya ancaman sebuah virus.

Russ Cooper yang merupakan senior information dari perusahaan analis keamanan `CyberTrust` mengatakan bahwa sangat mudah saja bahwa peringatan itu akan dipublikasikan jika memang merupakan sebuah ancaman.

Cooper memberikan refrensi kenyataan bahwa mungkin worm yang menyerang Linux bisa menjadi berita ‘jika memang tidak ada laporan’.

Pendapat hampir serupa disampaikan oleh Graham Cluley yang merupakan senior technology dari `Sophos`.

Menurut Cluley sebuah perusahaan antivirus akan memberikan peringatan jika memang ada faktor ancaman sesungguhnya.

“Saat ini malware yang menyerang platform non-Microsoft memang bisa menjadi beria karena menang sedikitnya laporan mengenai ancaman itu,’ jelas Cluley.

Cluley juga mengatakan bahwa berita itu akan menjadi sangat penting bagi mereka yang menggunakan produk selain Microsoft Windows.

Saturday, May 27, 2006

Meng-crack password Linux/Unix

Sebenarnya sangat sulit untuk meng-crack password Linux karena pada Linux modern (dan Unix pada umumnya) biasanya password tidak disimpan pada file /etc/passwd tetapi pada file /etc/shadow yang hanya dapat diakses oleh root. Tetapi bila kita bisa mendapatkan kedua file ini maka kita dapat melakukan crack dengan tool seperti John the Ripper (JtR), http://www.openwall.com/john/. Untuk mulai melakukan crack maka kedua file harus digabung dulu dengan tool unshadow yang sudah tersedia pada paket JtR.
Password Linux pada umumnya disimpan pada file dengan format sebagai berikut :

owner:EJymyuhn54t2E:510:102:Some user Info:/home/subdir/owner:/bin/bash

1 2 3 4 5 6 7
Bagian yang terpenting adalah bagian (field) kesatu dan kedua, juga yang ke lima. Bila digunakan shadow maka bagian kedua ditandai dengan x dan string tersebut disimpan pada file /etc/shadow . Bagian pertama merupakan nama user yang digunakan untuk login, sedangkan yang kedua merupakan password dalam bentuk terenkripsi dengan metoda sedemikian sehingga string ini merupakan hashing satu arah. Pada umumnya metoda yang digunakan adalah dengan menggunakan metoda enkripsi DES, MD5 dan enkripsi Blowfish. DES (Data Encryption Standard) merupakan metoda yang pertama kali digunakan dalam penyimpanan password, metoda ini sudah tidak biasa digunakan lagi, karena dengan mesin-mesin modern akan didapat kecepatan cracking yang tinggi, sekitar 800.000 lebih kombinasi password per detik pada komputer dengan prosessor Pentium 4 - 2,4 GHz, sehingga bila menggunakan metoda ini password akan relatif lebih mudah di-crack. Metoda MD5 (Message Digest 5) merupakan metoda yang umum digunakan pada saat ini dan relatif lebih sulit dipecahkan, kecepatan cracking sekitar 4.400 kombinasi per detik pada P4 � 2,4 GHz. Metoda Blowfish masih jarang digunakan dan kecepatan cracking-nya lebih rendah lagi, dibawah 500 kombinasi per detik pada P4 � 2,4 GHz.
Seperti telah disebut di atas untuk meng-crack password ini dapat digunakan JtR. Pada JtR ada beberapa mode craking yang disediakan :
- Single crack Mode, mode ini merupakan mode pertama yang harus dicoba. Pada mode ini akan dicoba informasi login/gecos (informasi pada field kesatu dan kelima, pada format password di atas) sebagai password. Metoda ini jauh lebih cepat dari metoda wordlist mode dan memungkinkan menggunakan banyak aturan (rule). Aturan ini bisa dilihat di file john.conf, seperti: penambahan numerik pada huruf akhir, penambahan huruf �s�, diubah ke huruf besar, dll. Bila password ditemukan maka password ini akan dicobakan pada keseluruhan daftar password kalau-kalau ada yang menggunakan password yang sama. Tentu saja dengan metoda ini hanya akan didapat password dari informasi login/gecos saja.
- Wordlist Mode, ini merupakan cara yang paling sederhana pada JtR, yang diperlukan adalah daftar kata-kata yang berupa file teks, file ini harus terdiri dari satu kata per baris. Dengan metoda ini kita dapat juga mengaktifkan aturan (rule) yang akan digunakan untuk memodifikasi kata, aturan ini juga bisa dilihat pada file john.conf dan bila perlu bisa dimodifikasi. Daftar kata-kata yang bisa digunakan bisa berasal kata-kata yang dikumpulkan dari bahasa nasional, bahasa daerah atau bahasa asing (Inggris, Jerman, Perancis , dll) . Untuk bahasa asing di-internet sudah tersedia dan biasanya satu file bisa terdiri dari berjuta-juta kata yang dapat digunakan. Sedangkan untuk bahasa nasional dan daerah mungkin kita harus mengumpulkannya sendiri, penulis sendiri pernah mengumpulkan beberapa puluh ribu kata. Daftar ini dikumpulkan dari media-media nasional yang ada di-internet untuk kata-kata yang umum, dari berbagai database untuk nama-nama orang, nama lokasi geografis (seperti nama pulau, gunung, sungai, dll). Daftar kata lain yang bisa digunakan adalah angka numerik seperti tanggal, karena orang kadang-kadang menggunakan tanggal lahir sebagai password. Format tanggal dapat dibuat dalam berbagai format seperti DMY, DDMMYY, DDMMYYYY, YYMMDD, YYYYMMDD, dsb. Bisa dibuat program sederhana untuk membuat format ini dan dalam range tahun tertentu (misalnya dari tahun 1940 � 2003) kemudian disort untuk menghilangkan duplikasi.
- Incremental Mode, cara ini adalah cara yang paling ampuh karena menggunakan semua kombinasi dari berbagai karakter yang mungkin (brute force). Tetapi tentu saja cara ini akan memakan waktu yang sangat lama. Oleh sebab itu digunakan tabel frekuensi karakter, untuk mendapatkan sebanyak mungkin kombinasi password dalam waktu yang terbatas. Untuk menggunakan metode ini dibutuhkan definisi spesifik dari parameter yang akan digunakan seperti panjang password dan charsets (karakter sets).
- External Mode, metode terakhir yang dapat digunakan dan didefinisikan dalan john.conf . Pada bagian ini kita harus mendefinisikan fungsi tertentu yang akan digunakan oleh JtR untuk menghasilkan rangkaian kata tertentu yang akan dicobakan.
Dari hasil percobaan penulis untuk mode Single Crack kita dapat memperoleh kurang lebih 10% dari keseluruhan daftar password, sedangkan untuk Wordlist mode tergantung banyak kata yang digunakan tapi kurang lebih bisa mencapai 35%. Sedangkan Untuk Incremental mode dan External mode penulis belum pernah mencoba sampai tuntas karena memakan waktu yang sangat lama.
Untuk mendapatkan hasil cracking password yang lebih banyak tentu saja dipengaruhi oleh beberapa faktor :

- Pertama tentu metoda yang digunakan dalam password, dengan metoda DES tentu akan jauh lebih banyak didapat password dibanding metoda MD5 atau Blowfish.

- Daftar kata yang lebih banyak, dengan mencoba sebanyak-banyaknya kata yang mungkin digunakan tentu saja akan didapat hasil cracking yang lebih banyak.

- Proses cracking tidak terbatas waktu, lebih banyak waktu yang digunakan maka akan didapat lebih banyak password. Tapi tentu saja hal ini dibatasi oleh validitas dari password, karena kemungkinan user telah mengganti password dalam periode tertentu dan kemungkinan user telah tidak aktif (telah dihapus dari daftar password) pada saat password ditemukan.

- Tentu saja dengan jumlah resource (hardware) yang lebih banyak, proses cracking dapat didistribusikan ke banyak mesin sehingga proses cracking dapat sangat dipercepat.

Dari hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa: metoda penyimpanan password Linux/Unix sebenarnya sangat aman, tetapi metoda seaman apapun selalu ada lubang yang bisa ditembus karena faktor terpenting keamanan komputer terletak pada pengguna komputer itu sendiri. Bila pengguna tidak berhati hati, dalam hal ini memilih password akan selalu ada kemungkinan password-nya bisa ditebak oleh orang lain dan tentu hal ini akan sangat merugikan user itu sendiri. Untuk itu perlu digunakan modul untuk pengecekan keamanan password dan yang penulis tahu memang hal ini sudah tersedia untuk Linux, tetapi tidak semua admin menggunakan modul ini untuk menjaga keamanan user.

Friday, May 26, 2006

Perkenalan perintah dasar linux

Putty adalah sebuah perintah untuk meremotte. Banyak sekali yang bisa di lakukan oleh putty.
Perintah perintah dasar putty seperti:
ls -lals -acpqlynxvimctouchchmod
dan banyak lagi. Memang dahsyat hanya karena sebuah putty bisa melakukan atau mengubah apa saja yang kita inginkan.sebuah system bisa hancur karena sebuah putty. O
leh karena itu putty hanya sebagian kecil dari sebuah system operasi atau aplikasi. Mungkin masih banyak lagi selain putty yang bisa kita gunakan untuk keperluan kita.

Wednesday, May 24, 2006

Belajar Perintah Dasar Linux Bersama Kak Bona dan kak Sindu

Malam ini kami semua nak magang diajari tentang perintah-perintah dasar linux, bersama Kak Bona dan Kak Sindu.Beberapa pelajaran yang di dapat di malam ini adalah :
Pertama-tama jika mau belajar tentang linux kita harus bisa berbahasa inggris atau mengertilah sedikit tentang bahasa inggris, karena semua perintah-perintah linux itu semuanya bahasa inggris.

Melihat manual suatu perintah "man perintah" ,
misal "man ls", untuk keluar dari perintah man tekan "q"

Documentasi
Melihat isi directory "ls"
Melihat isi directory beserta atributnya "ls -a"
Melihat isi directory tanpa atributnya "ls -la"

Mengcopy (cp}
Cara mengcopy file adim ke directory srv "cp adim /srv"
Mengcopy sekaligus beberapa file misal yang akak di copy adim dan bona ke directory srv "cp adim/bona /srv"
Mengcopy isi directory ke directory root tampa membuka isi directory "cp /srv/adim /root"
Duplikat file, isi file sama tetapi nama file berbeda "cp adim as_adim"

Hapus (rm)
Menghapus file adim yang berada di directory srv, masuk ke directory srv kemudian ketik "cd /etc/srv/", setelah masuk ke directory srv maka ketik "rm -rf adim", untuk menghapus file adimMenghapus beberapa file sekaligus misal adim dan bona "rm -rf adim bona"
jika kita menghapus directory yang ada "/etc" maka linux itu pasti tidak akan bisa jalan. misal kita ketik "rm -rf /etc", maka setelah linux itu di restart pasti tidak akan bisa jalan lagi

Buat Directory (touch)(mkdir)
Buat directory dengan nama adim "touch adim"
Mengedit directory adim "vi adim"
Mengedit lagi "mecdit /etc/adim"

Setiap Konfigurasi Berada di perintah "/etc"

Situs Kak Bona
http://bona.web.id
http://bonasimanjuntak.com

Pelajaran dari Kak Sindu malam ini adalah 3 Kunci sukses :
1. Cobalah untuk mengerjakan, jika tidak bisa dan sudah buntu,
2. Tanyakan ke Paman Google atau paman-paman yang lain di internet, jika buntu juga,
3. Tanyaka ke komunitas yang berpengalaman atau lempar ke m

Tuesday, May 23, 2006

Belajar Bersama

Hari ini pada tangal 23 Mei 2006, kami semua anak2 magang belajar membuat router dengan distro linux suse 9.3. Pengajarnya adalah teman magang, yaitu si Wina. Kami semua memperhatikan apa yang dikatakan dan dilakukan oleh wina dari awal hinggal akhir. Kami semua ngumpul di ruangan meeting, bersama Kak Sindu dan beberapa anak magang yang lainnya untuk memberikan presentasi yang kami buat. Ternyata presentasinya tidak ada yang sempurna semua serba kurang tapi meskipun begitu kami semua telah berusaha. Dan harus memperbaiki kekurangan tadi. Ngomong2 mengenai belajar membuat router dengan Linux Suse 9.3 tadi, aku pergi sama iden dan chandra ke bank jadi nggak bisa memperhatikan sampai selesai. Tapi malamnya gue belajar sampai bisa dan diajari konsepnya sama kak Imam. Demikinlah hari ini berlalu dengan baik.

Friday, May 12, 2006

Hari keempat aku di ICT Centre Jakarta

Hari ini aku dijelasin sama kak engkos tentang jawaban (Repply) yang baik sewaktu mengecek hubungan jaringan dengan melakukan ping.

Thursday, May 11, 2006

Hari ketiga aku di ICT Centre Jakarta

Hari ini aku belajar tentang pasang antena radio dengan mode point to multipoint.
Bahan2 ; siapkan sebuah grid, radio+box radionya, cable UTP, connector RJ-45, Crimmping Tool, tang, obeng, PoE, dan lain-lain. Cara memasang :

Tuesday, May 09, 2006

Hari kedua aku di ICT Centre Jakarta

Aku mengamati bagaimana para technical support memeriksa jaringan pada client. Seperti melakukan ping. Yaaaaaa hitung-hitung sambil belajar.

Monday, May 08, 2006

Hari pertama aku di ICT Centre Jakarta

Rasanya seru banget deh, di ICT Centre Jakarta ini banyak anak-anak yang magang/prekerin dari berbagai daerah dan mereka juga pada ramah-ramah. Pokoknya banyak orang IT nya. Waktu hari pertama itu, aku mulai membiasakan diri dengan lingkungan baru dan berkenalan dengan orang-orang di ICT Centre Jakarta.